Choralescence: Meleburnya Dua Jiwa dalam Satu Nyanyian

Read also in English
Baca oge dina Basa Sunda  

Ada yang berbeda dalam Konser Tahunan yang digelar Paduan Suara Mahasiswa Universitas Padjadjaran (PSM Unpad) kali ini. Panggung dipenuhi oleh lebih dari 150 penyanyi dengan kostum yang berbeda dari dua tim paduan suara, yaitu PSM Unpad dan PSM IPB Agria Swara. Konser Tahunan ke-22 kali ini digelar di dua tempat yaitu Tan Siong Kie Hall, Jakarta (25/11) dan Grha Sanusi, Bandung (29/11).



Konser Kolaborasi kali ini mengangkat tajuk Choralescence yang diambil dari dua istilah Inggris. Istilah Chorale berarti nyanyian dalam paduan suara, adapun istilah kedua yaitu Coalescence yang berarti peleburan. Kedua istilah ini disatukan dan membentuk arti baru yaitu peleburan dua paduan suara yang berbeda.

Berbagai lagu menantang dibawakan oleh kedua paduan suara ini. Konser dibuka dengan lagu Laudate Dominum karya Jakob Händl, dimana penyanyi dibagi ke 24 pecahan suara dalam empat kelompok. Penyanyi menyebar mengelilingi ruangan gedung sehingga penonton dapat merasakan pengalaman baru menonton sebuah konser paduan suara.
Beberapa lagu di sesi pertama menjadi pusat perhatian para penonton. Salah satunya yaitu Nine Dawn Watercolors karya Jaakko Mäntyjärvi yang menggambarkan berbagai pergantian suasana malam hingga pagi hari dalam 9 babak. Her Sacred Spirit Soars gubahan Eric Whitacre sebagai penutup sesi pertama juga ditampilkan dengan apik dan berhasil memberikan kesan megah bagi para penonton.



Sesi kedua diawali dengan penampilan dari masing-masing paduan suara. PSM Unpad membawakan Puing untuk memperingati 40 tahun PSM Unpad. Lagu ini juga menjadi salah satu lagu yang dibawakan di awal perjalanan PSM Unpad. Adapun Agria Swara membawakan Karena Kau Ada karya Farman Purnama.

Lagu-lagu yang ada di sesi kedua juga tidak kalah menarik dari sesi pertama. Sebut saja Bellas Finale yang dibawakan oleh female choir dan Kruhay karya Beny Castillon. Kedua lagu tersebut menggunakan koreografi sepanjang lagu. Lagu Sumpah Pemuda dan Zikr juga memiliki aura yang berbeda dari lagu lainnya yang cenderung lebih khidmat. Ada pula lagu bertema romansa seperti Misty dan Ikaw Ang Mahal Ko. Sesi kedua ditutup dengan Let It Be karya The Beatles yang membuat suasana riuh rendah selesai lagu dibawakan.



Kesan yang baik didapatkan oleh masing-masing paduan suara untuk paduan suara lainnya. Obi, salah satu penyanyi dari Agria Swara menuturkan kesan positif tentang konser kali ini. “Ini adalah konser pertama saya. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari konser kolaborasi ini. Budaya dan kebiasaan dua paduan suara ini berbeda. Saya berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada,” ujarnya.



Gaby, salah satu penyanyi dari PSM Unpad juga mengutarakan hal yang sama. “Bernyanyi kolaborasi ternyata sangat menyenangkan. Teteh dan teman-teman, baik dari PSM Unpad maupun Agria Swara memberikan kesan baik. Saya jadi punya teman-teman baru,” katanya.

Konser kolaborasi pasti juga memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi sepanjang konser. Marselina, selaku ketua konser dari PSM Unpad mengutarakan tantangan yang ada, “Berbeda sekali dengan konser sebelumnya karena bertema kolaborasi, ini menjadi pengalaman baru dan tantangan baru. Karena kita adalah dua kepanitiaan yang digabung menjadi satu, jadinya seperti harus bereksperimen dengan sistem, bagaimana menyesuaikan diri dengan kedua kelompok. Tentunya kita harus masing-masing menahan ego dan bersinergi bersama,”



Tantangan tidak hanya datang dari kepanitiaan, namun juga dari pihak yang ikut dalam konser ini. “Tantangan mengiringi konser kemarin cukup berat karena benar-benar harus fokus kepada konduktor karena penyanyi yang ada cukup banyak dan tempo lagunya rata-rata cukup cepat. Perbedaan mengiringi konser ini dan konser lainnya, kali ini cukup merasa deg-degan karena konser ini adalah konser yang special. Adrenalin harus tetap dijaga agar menampilkan iringan yang maksimal,” Nusa, selaku salah satu pengiring.



Kesan dan tantangan selama persiapan Konser Kolaborasi ini juga disampaikan oleh Arvin Zeinullah selaku konduktor. “Untuk menyatukan dua kelompok paduan suara memang tidak mudah dan sangat menantang bagi saya. Ditambah lagi, kedua paduan suara ini memiliki karakter yang berbeda karena memang latar belakang universitas juga berbeda. Namun memang jika dilihat dari karakter suara tidak banyak perbedaan dan mudah disatukan. Akhirnya bisa tercapai juga cita-cita dari para alumni PSM Unpad dan Agria Swara. Semoga setelah program ini, hubungan kedua paduan suara ini semakin baik dan selalu terjaga agar bisa saling menguatkan satu sama lain,” jelasnya.

“Bagus banget! Baru kali itu nonton dan aku pikir paduan suara ya paduan suara aja, tapi ternyata emang sebagus itu. Jauh melebihi ekspektasi.” Christina, salah satu penonton konser Bandung mengutarakan pengalamannya selama menonton konser ini. “Aku suka banget sama lagu Sumpah Pemuda, bagus banget!”

(Clara Vennia)

EVENTS


TESTIMONIALS

umar-hadi.jpeg
Umar Hadi Duta Besar RI untuk Korea Selatan - "Penampilan PSM Unpad tadi sangat menarik. Energi dari penampilan tadi sangat terasa. Dari segi harmonisasi suara yang ditampilkan anggotanya sangat terdengar. Satu hal yang membuat saya semakin salut adalah stamina dari anggota PSM Unpad yang tetap terjaga walaupun mereka menyanyikan banyak lagu. Rupanya hal tersebut telah terasah dari latihan sebelumnya."
aher.jpeg
Ahmad Heryawan Gubernur Jawa Barat - "Penampilan PSM Unpad bagus. Mereka dapat menjiwai tiap lagu yang ditampilkan. tetap kompak dan semangat menjalani latihan untuk terus menjadi teladan bagi paduan suara mahasiswa di Indonesia."
rudiantara.jpeg
Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informatika RI - "Penampilan PSM Unpad tadi sangat berkesan bagi saya. Mereka menampilkan nyanyian disertai dengan gerakan dengan sangat rapih. Tetap semangat untuk berproses bagi PSM Unpad."
imamha.jpeg
Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga - "Penampilan PSM Unpad memang luar biasa. Saya pernah melihat video ketika PSM Unpad berada ke luar negeri, bagi saya sendiri hal itu sangat luar biasa dan jelas membanggakan Indonesia. PSM Unpad memang pantas menjadi juara dalam beberapa kompetisi karena semangatnya, perjuangannya, soliditasnya, dan pengorbanannya. Saya senang sekali dengan penampilan tadi."

choralescence-1.jpg

TWITTER FEEDS

Jalan Dipati Ukur No 35 Bandung, 40132
Phone: +6285324005478 | E-mail: unpadchoir@yahoo.com