Keindahan Rona dan Rasa dalam Konser Alumni PSM Unpad: Naranesia

Read also in English
Baca oge dina Basa Sunda

Sukses menyelenggarakan tiga konser sebelumnya, Alumni PSM Unpad kembali mengadakan pertunjukan yang bertajuk “Naranesia: Sebuah Konser tentang Rona & Rasa Indonesia” di Grha Sanusi Hardjadinata Sabtu lalu (20/10). Naranesia menggambarkan rasa cinta Indonesia dalam rona dan rasa. Rona menggambarkan kisah dan sejarah yang telah dilalui oleh negeri ini dan rasa menggambarkan kecintaan pada negeri melalui keragaman kulinernya.



Karisman Ferdinandus selaku Konduktor Konser Naranesia menjelaskan bahwa para alumni PSM Unpad ingin mengangkat rasa persatuan dan cinta tanah air dalam rona dan rasa sesuai dengan tajuk konser ini. “Sesi pertama mengangkat tentang rona atau warna Indonesia yang digambarkan dari lagu-lagu pra-perjuangan dan kemerdekaan Indonesia. Cinta tanah air itu juga tidak hanya dari lagu patriotik atau keindahan Indonesia tapi juga dari makanan, itulah rasa dalam sesi 2. Seluruh lagu di sesi 2 menceritakan tentang makanan Indonesia yang dikemas dengan menarik,” jelas Alumni PSM Unpad angkatan 2009 ini.

Karisman juga menambahkan salah satu kisah yang berkesan dalam konser ini yang ditampilkan dalam lagu Pagi Bening karya Mochtar Embut. Dalam lagu yang mengisahkan tentang perjuangan pahlawan yang gugur ini juga terselip kisah perjuangan Alumni PSM Unpad yang sudah meninggal dunia. “Sepanjang perjalanan konser ini harus ada yang pergi meninggalkan kita semua, itulah yang ingin kami sampaikan melalui lagu Pagi Bening. Kami ingin melanjutkan perjuangan akang-akang kami dengan menampilkan yang terbaik dalam konser ini,” tambahnya.



Perjuangan itu dapat membuahkan hasil yang manis dari para penonton yang terhibur. Adam, salah satu penonton menceritakan antusiasme dan kesan yang ia dapatkan setelah menyaksikan pertunjukan ini. “Awalnya saya sangat tertarik menonton konser ini karena sangat penasaran dengan penampilan para alumni dan hasil akhirnya memang sangat menakjubkan. Saya sangat puas dengan penampilan para akang teteh yang berbeda dengan konser paduan suara umumnya karena seluruh lagu dalam konser ini adalah lagu klasik Indonesia. Terkonsep banget dan keren banget Alumni PSM Unpad, terutama di sesi 2 dengan lagu-lagu bertajuk makanan. Sukses terus untuk PSM unpad dan Alumni PSM Unpad,” ungkapnya.


.
Nita Yulia, selaku Ketua Pelaksana Konser Naranesia menceritakan tentang latar belakang terbentuknya konser Alumni PSM Unpad ini. “Para Alumni memulai perjalanan konser Alumni PSM Unpad ini di sekitar 2009 karena kami sudah lama tidak bernyanyi di sela-sela kesibukan kami masing-masing hingga akhirnya konser pertama itu diadakan di tahun 2010. Konser kami selalu mengangkat tema tanah air dan persatuan karena itu merupakan kekuatan dari PSM Unpad. Kami melihat keadaan masyarakat saat ini dan kami ingin mengambil peran tentang persatuan dan cinta tanah air. Kami juga ingin menunjukan bahwa paduan suara itu bukan sekedar senang-senang sendiri tapi kami juga dapat merangkul masyarakat dengan cara kami sendiri yaitu bernyanyi,” jelasnya.



Konser ini melibatkan Alumni PSM Unpad dari berbagai generasi. Salah satu alumni termuda dalam konser ini, Fernandes, mengungkapkan perasaannya sepanjang perjalanan konser ini. “Seru banget karena konser alumni selalu memiliki konsep yang berbeda dari konser PSM Unpad biasanya dengan lagu-lagu patriotik dan lagu nasionalnya. Saya juga bisa bertemu akang teteh yang memulai perjalanan PSM Unpad dan para pelanjutnya. Tantangan yang dihadapi adalah kesulitan untuk membagi waktu karena saya adalah seorang pekerja baru walaupun sebenarnya saya sangat ingin untuk berkontribusi lebih dan belajar banyak. Mantap! Semoga konser selanjutnya bisa match dengan jadwal kerja dan jadwal latihan,” ungkap penyanyi dengan suara Tenor 2 ini.



(Maharani Praphesti)
 

EVENTS


TESTIMONIALS




TWITTER FEEDS

Jalan Dipati Ukur No 35 Bandung, 40132
Phone: +6285324005478 | E-mail: unpadchoir@yahoo.com