Enchanting Chants: Nyanyian Mempesona Angkatan Termuda PSM Unpad

Read also in English
Baca oge dina Basa Sunda

Dalam semarak Ulang tahun ke-40, PSM Universitas Padjadjaran kembali sukses menggelar Konser Intern ke-13, Selasa (24/4). Konser dengan tajuk Enchanting Chants ini digelar di Grha Sanusi Hardjadinata, kampus Universitas Padjadjaran Dipatiukur. Konser dua angkatan termuda PSM Unpad ini berhasil membuat Grha Sanusi penuh sesak dengan jumlah penonton yang membludak hingga 800 penonton. Menurut Ketua Pelaksana Konser Intern ke-13 kali ini, Richard Ismail, Enchanting Chants bermakna nyanyian yang mempesona. “Kami ingin menyampaikan bahwa PSM Unpad memiliki karya-karya yang mempesona dan menghibur lewat dua angkatan termudanya.” Ujar pria bersuara Tenor ini.

Konser Intern ke-13 ini tak hanya sebagai ajang unjuk gigi dua angkatan termuda PSM Unpad saja, namun sebagai ajang debut untuk para konduktor muda PSM Unpad. Dewanti Ramadhani misalnya selaku Konduktor sesi Klasik, merupakan anggota aktif sekaligus tim teknis PSM Unpad angkatan 2013. Konser Enchanting Chants merupakan konser pertama Dewanti sebagai Konduktor. “Pada awalnya aku pesimis dengan teknik bernyanyi dan sempitnya waktu juga. Tapi ya pada akhirnya, aku bersama tiga konduktor lain berhasil membawa Enchanting Chants menyanyikan musik yang indah di atas panggung. 4 bulan kurang lebih berlatih bersama akhirnya terbayar juga di panggung malam ini.” Ujar Dewanti.



Konser Enchanting Chants terbagi dalam 4 sesi yaitu Klasik, International Song, Popular Song, dan Indonesian Folksong. Masing-masing sesi tersebut dipimpin oleh Konduktor yang berbeda.

Konser dibuka dengan lagu Who Shall Have My Lady Fair karya Robert Lucas Pearsall dari sesi Klasik yang dipimpin oleh Dewanti Ramadhani Mandira. Dengan notasi dan dinamika yang ceria, lagu ini mampu membuka konser dengan indah. Dalam sesi ini terdapat 5 lagu secara keseluruhan dari 5 komposer hebat pada masanya. Salah satu lagu yang berhasil memukau penonton adalah Gaur Akelarre karya Komposer ternama, Josu Elberdin. Lagu yang mengisahkan tentang penyihir-penyihir yang menang melawan Intxixuak, salah satu legenda masyarakat Basque ini membuat penonton terkesima yang dapat didengar dari tepukan meriah di akhir lagu.

Dengan kostum berwarna hijau yang sesuai dengan warna dari Enchanting Chants, para penyanyi mulai menyanyikan lagu sesi International Song yang dipimpin oleh Karisman Ferdinandus. Sesi ini dibuka dengan lagu Dindaru Dandaru dari Latvia karya Lat. Tdz. Vardi Lauras Jekabsones muzika. Penampilan penyanyi dalam lagu ini sangat berbeda, dimana biasanya penyanyi hanya berdiri di atas panggung, namun dalam lagu ini penyanyi mengelilingi Grha Sanusi Hardjadinata. Suasana riuh penonton semakin terasa ketika lagu Balleilakka dari India karya Arranger Ethan Sperry mulai dinyanyikan. Dengan koreografi khas India yang ditarikan oleh beberapa penyanyi membuat penonton terhibur. Lantunan lagu dengan melodi khas negara Taj Mahal yang dinyanyikan oleh soli Sopran dan Tenor ini membuat penonton pun terkesima. Tak hanya dua lagu tersebut, dalam sesi International Song ini penonton seakan-akan dibawa keliling dunia. Mulai dari Latvia, Amerika Latin, India, Perancis, hingga Afrika.

Masih dengan kostum yang sama, penonton kemudian dibawa ke dalam sesi Popular Song yang dipimpin oleh Fernandes Ginting selaku Konduktor. Dalam sesi ini, penonton dipuaskan dengan berbagai iringan musik yang meriah. Mulai dari Band, Perkusi, iringan Piano, Brass Ensemble hingga contrabass. Riuh penonton kembali terdengar ketika melodi Bohemian Rhapsody karya musisi kelas dunia Freddie Mercury ini dilantunkan. Penonton dibuat terkesima dengan iringan Band yang memukau ditambah ekspresi dan juga gesture penyanyi yang mencoba menyampaikan isi pesan lagu. Sesi ini ditutup oleh lagu Sing karya grup Pentatonix aransemen Mark Brymer dengan meriah. Lagu Sing ini membuat riuh dari 800 penonton mengisi Grha Sanusi Hardjadinata malam itu. Penyanyi dengan iringan Band, lantunan saxophone dan brass ensemble yang ekspresif membuat penonton terpukau dan tak segan untuk memberi applause.



Tibalah penghujung sesi dalam Konser Intern ke-13 Enchanting Chants yaitu sesi Indonesian Folksong dengan Konduktor Adam Prana Surya. Lima lagu dari berbagai daerah di Indonesia dibawakan; Maluku, Padang, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Utara. Pada sesi Indonesian Folksong ini, para penyanyi memakai berbagai baju adat dari setiap daerah di Indonesia yang membuat sesi penutup ini semakin meriah dan sangat Indonesia.

Dalam sesi yang dipimpin oleh Adam Prana Surya ini, lagu terdapat lagu Badminton yang berasal dari tanah Padjadjaran karya Mang Koko yang diaransemen oleh Nugraha Tri Utami. Dengan iringan kendang khas Jawa Barat, lagu ini dinyanyikan dengan merdu dan indah. Selain beberapa koreografi khas Sunda, dalam lagu ini juga disertakan aksi teatrikal oleh dua penyanyi yang meragakan bermain badminton. Hadirnya dua peraga atlet ini membuat gelak tawa penonton pecah. Sesi Indonesian Folksong ditutup dengan lagu Cikala Le Pong Pong yang diaransemen oleh komposer dan arranger ternama Ken Steven. Lagu Amigos Para Siempre aransemen Mac Huff dipilih untuk menutup indah konser pada malam itu.



Dengan dinyanyikannya lagu Hymne Universitas Padjadjaran kemeriahan Konser Intern ke-13: Enchanting Chants malam itu ditutup. Salah satu penonton malam itu mengungkapkan bahwa dirinya terkesima dan ingin kembali menonton PSM Unpad. “Luar biasa. Beda gitu dengan PSM-PSM lain, karena saya juga suka nonton PSM lain dan memang penampilan PSM Unpad paling mantap. Apalagi lagu Badminton, karena saya orang sunda juga jadi saya suka. Pecah banget lah malam ini.” Ujar Sabit.

Konser Intern merupakan salah satu konser yang spesial bagi PSM Unpad, karena di dalam konser ini, seluruh elemen PSM Unpad akan terlibat di dalamnya walaupun bukan menjadi penyanyi ataupun panitia. Dan berbeda dengan Konser Intern sebelumnya, dalam Konser Intern kali ini ada peran baru yang dilibatkan yaitu Supervisor di setiap sesinya. Supervisor ini ialah akang dan juga teteh yang sudah pernah menjadi Konduktor di semua sesi di Konser Intern sebelumnya. Salah satu Supervisor sesi Indonesian Folksong dan International Song, Yoga Pranata mengatakan jika tidak terlalu ada perbedaan yang signifikan antara Konser tahun ini dengan sebelumnya.”Kalau mengajar selaku Konduktor dan Supervisor sekarang, sebenarnya sama saja. Hanya bedanya saat jadi Supervisor harus mengajarkan penyanyi juga Konduktornya.” Ujar Yoga. Saat ditanya tentang tantangan selama menjadi Supervisor, Yoga mengaku untuk tahun ini tantangannya adalah teknik dasarnya. “Saya ikut terjun membimbing para penyanyi pada 1 bulan terakhir dan beberapa teknik dasar dari tiap suara memang sangat menjadi tantangan signifikan tahun ini. Untungnya para penyanyi cepat menangkap arahan dari saya. Jadi saya saat mengajar bisa sinkron dengan penyanyi untuk membentuk teknik-teknik dasar menyanyi lainnya.” Tambah Yoga.

Konser Intern ini selalu dimaknai sebagai Konser Pertama bagi anggota baru PSM Unpad dan Konser Kelulusan bagi angkatan yang sudah 1 tahun di PSM Unpad. Dalam Enchanting Chants tahun ini, 2017 menjadi anggota paling junior di PSM Unpad dan Konser Intern ini menjadi debut mereka. Salah satu penyanyi angkatan 2017 M. Rifat mengaku bahwa dirinya sangat senang dengan pengalaman pertamanya Konser bersama PSM Unpad. ”Lega karena akhirnya perjuangan 4 bulan berlatih terbayar tadi di atas panggung.” Ujar laki-laki yang biasa dipanggil Mgs ini.

Iin Novianti, Salah satu penyanyi dari angkatan 2016 yang sudah mengikuti Konser Intern kedua kalinya juga mengatakan bahwa dirinya sangat senang karena akhirnya ia dan angkatan 2016 lainnya berhasil menyelesaikan Konser Intern ini. “Aku sangat senang bisa berada di dalam tim ini, di mana aku sudah menjadi akang teteh yang harus membimbing adik-adik 2017. Aku juga merasa antara adik-adik 2017 dan teman-teman 2016 sudah memiliki kerja sama yang baik. Aku berharap semoga 2017 pun saat konser kedua nanti bisa terus bertahan untuk membimbing adik-adiknya. Sehingga penerus PSM Unpad kualitas dan kuantitasnya bisa lebih baik dan lebih banyak lagi.” Ujar Iin.



Dalam konser kali ini, PSM Unpad juga berkesempatan untuk menjalin kerjasama dengan beberapa pemain musik yang ahli di bidangnya masing-masing. Dari awal sesi klasik hingga Indonesian Folksong, PSM Unpad menyuguhkan alunan musik yang beragam. Salah satu pengiring lagu Yesterday yang diaransemen oleh Ray Jefryn dan Arvin Zeinullah yaitu Muhammad Wiku Al-Fazri mengatakan bahwa pengalaman mengiringi paduan suara baru ia dapatkan saat bekerjasama dengan PSM Unpad. “Karena pertama kali main dengan Paduan Suara dan langsung main sama PSM Unpad yang track record nya keren, pastinya aku sangat deg-degan, tapi sekaligus senang banget.” Ujar Contrabassist ini.

Selaku pelatih utama PSM Unpad, Arvin Zeinullah mengatakan bahwa konser intern ini selalu menjadi ajang belajar untuk tanggung jawab dan mencintai paduan suara bagi angkatan termuda PSM Unpad. Ia berharap bahwa dengan sudah terselenggaranya Konser Intern ini para anggota PSM Unpad semakin mencintai PSM Unpad dengan kondisi apapun. “Saya sangat apresiasi ya untuk penyanyi dan para konduktor, yang telah melaksanakan Konser Intern dengan standar PSM Unpad ditengah waktu dan situasi yang sangat sempit ini. Semoga kedepannya kita bersama-sama bisa belajar dari sistem perkuliahan dan juga waktu di PSM yang sangat sempit dari satu acara dengan acara lain, kita tetap bisa mempersembahkan Konser Intern yang lebih bagus, bagus dan bagus lagi.” Ujar Arvin.

(Ningrum Wahyudi)

EVENTS


TESTIMONIALS

umar-hadi.jpeg
Umar Hadi Duta Besar RI untuk Korea Selatan - "Penampilan PSM Unpad tadi sangat menarik. Energi dari penampilan tadi sangat terasa. Dari segi harmonisasi suara yang ditampilkan anggotanya sangat terdengar. Satu hal yang membuat saya semakin salut adalah stamina dari anggota PSM Unpad yang tetap terjaga walaupun mereka menyanyikan banyak lagu. Rupanya hal tersebut telah terasah dari latihan sebelumnya."
aher.jpeg
Ahmad Heryawan Gubernur Jawa Barat - "Penampilan PSM Unpad bagus. Mereka dapat menjiwai tiap lagu yang ditampilkan. tetap kompak dan semangat menjalani latihan untuk terus menjadi teladan bagi paduan suara mahasiswa di Indonesia."
rudiantara.jpeg
Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informatika RI - "Penampilan PSM Unpad tadi sangat berkesan bagi saya. Mereka menampilkan nyanyian disertai dengan gerakan dengan sangat rapih. Tetap semangat untuk berproses bagi PSM Unpad."
imamha.jpeg
Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga - "Penampilan PSM Unpad memang luar biasa. Saya pernah melihat video ketika PSM Unpad berada ke luar negeri, bagi saya sendiri hal itu sangat luar biasa dan jelas membanggakan Indonesia. PSM Unpad memang pantas menjadi juara dalam beberapa kompetisi karena semangatnya, perjuangannya, soliditasnya, dan pengorbanannya. Saya senang sekali dengan penampilan tadi."



TWITTER FEEDS

Jalan Dipati Ukur No 35 Bandung, 40132
Phone: +6285324005478 | E-mail: unpadchoir@yahoo.com