Konser Tahunan Ke-21: Nyanyian Baru Para Generasi Baru

Paduan Suara Mahasiswa Universitas Padjadjaran (PSM Unpad) telah menyelesaikan Konser Tahunan ke-21, bertajuk “Canticum Novum”. Konser ini diselenggarakan di dua kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta sebagai kota pembuka, tepatnya di Auditorium Graha Swara Universitas Tarumanagara, Minggu (12/11), dan dilanjutkan dengan  kota Bandung yaitu di Grha Sanusi Hardjadinata, Kamis (23/11).

Tajuk Canticum Novum ini diambil dari bahasa Latin yang memiliki arti nyanyian baru. “Tajuk ini dipilih karena penyanyi yang mengikuti Konser Tahunan 2017 ini didominasi oleh angkatan muda PSM Unpad. Selain itu, Kang Arvin selaku konduktor pun memilih lagu-lagu dari komposer-komposer muda, sehingga konser ini pun didominasi oleh lagu kontemporer,” ujar Adam Prana Surya, selaku Ketua Konser Tahunan ke-21 PSM Unpad ini. Melalui tajuk dari Konser Tahunan ini (23/17), Adam menambahkan jika Tim Konser Tahunan kali ini ingin menunjukkan kualitas dan semangat para generasi baru PSM Unpad lewat lantunan lagu yang dibawakan.



Sesi pertama dibuka dengan lagu Nunc Dimitis dari komposer Tarik O’Regan, yang menegaskan akan adanya iman dalam diri manusia. Crucifixus karya Andrej Makor dan Ambang Batas, salah satu karya terhebat Fero Aldiansyah Stefanus menjadi lagu yang banyak diapresiasi oleh penonton di sesi pertama ini. Arvin Zeinullah menceritakan bahwa Crucifixus karya Andrej Makor ini merupakan lagu “titipan” dari sang komposer untuk dibawakan PSM Unpad. Sesi pertama ini ditutup dengan salah satu karya Eric Whitacre, Leonardo Dreams of His Flying Machine yang menggambarkan tentang mimpi Leonardo Da Vinci untuk terbang.

Terdapat sedikit perbedaan antara lagu pembuka sesi kedua Konser Jakarta dengan Konser Bandung. Sesi dua Konser Jakarta dibuka dengan lagu Tradisional Andalusian yaitu En La Macarenita karya Bob Chilcott yang memiliki tempo dan harmoni layaknya lagu tarian Samba. Di Konser Bandung, sesi kedua dibuka lagu tradisional Finlandia yaitu Pseudo-Yoik Lite karya komposer asal Finlandia, Jaakko Mäntyjärvi yang dibawakan oleh female choir. Penampilan ketiga pada sesi ini menampilkan lagu Izar Ederrak karya Josu Elberdin, lagu ini mengisahkan tentang sebuah bintang yang bersinar indah dikelilingi oleh delapan malaikat dan ada seseorang yang merindukan bintang bersinar itu. Lagu Izar Ederrak ini merupakan salah satu lagu yang membuat penonton terenyuh hingga menitihkan air mata.



Penonton dibuat terhibur dengan penampilan female choir di lagu ke-6 yang membawakan karya Millton Drake dan Ben Oakland yaitu Java Jive. Lagu ini menggambarkan suasana kedai kopi di kota New York tahun 1940-an dengan drama dan gerakan centil yang dibawakan oleh female choir. Penampilan selanjutnya merupakan lagu What a Wonderful World karya George Weiss dan Bob Thiele dengan iringan piano indah oleh Hansen Wiguna yang menggambarkan dunia yang harmonis dan rukun tanpa melihat latar belakang ras, suku, maupun agama. Sesi dua ini ditutup dengan lagu tradisional Korea Selatan, Me-Na-Ri karya Hyo-Won Woo dimana para penyanyi tersebar memenuhi venue dan diiringi oleh alat musik khas korea yang membuat takjub para penonton. Konser Canticum Novum ditutup dengan lagu tradisional dari Zulu/Xhosa yaitu Molweni yang diaransemen oleh Markus Detterbeck dengan iringan perkusi dan gerakan tangan dan kaki yang menggema, sehingga menarik standing ovation dari para penonton di kedua kota, yakni Jakarta dan Bandung.



Tidak kalah menarik dengan Konser Tahunan 2016 yang banyak diisi oleh alumni dari PSM Unpad, Konser Tahunan 2017 ini justru diisi oleh para generasi baru PSM Unpad. Di konser kali ini (23/11) angkatan baru 2017 memiliki kesempatan spesial untuk dapat bergabung di tim konser tahunan. Muhammad Fauzi, salah satu anggota 2017 yang berkesempatan mengikuti Konser Tahunan  menyampaikan perasaannya bahwa Ia sangat bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan konser pertama dalam hidupnya ini. “Saya bersyukur bisa belajar banyak hal lebih dulu daripada teman-teman 2017 yang lain. Saya benar-benar merasa bahwa PSM adalah rumah saya dan berharap teman-teman 2017 yang lain akan merasakan hal yang sama nantinya dan bisa mencintai PSM layaknya saya,”ujarnya.

Lagu yang dibawakan PSM Unpad dalam Konser Tahunan ke-21 ini pun cukup berbeda dengan Konser Tahunan sebelumnya. "Alasan mengapa saya memilih lagu-lagu kontemporer untuk mengisi Konser Tahunan ke-21 ini adalah selain untuk meningkatkan wawasan para penyanyi yang mayoritas merupakan anggota baru dengan repertoar kontemporer, alasan lainnya adalah untuk menambah edukasi musik juga kepada para penonton. 

Arvin juga menceritakan pengalamannya bekerja sama dengan tim Konser Tahunan yang mayoritas diisi oleh para anggota baru ini. “Pada setiap generasi pasti cara pendekatannya juga berbeda, termasuk dalam generasi baru kali ini yang pendekatannya pun dengan cara yang baru. Ini merupakan tantangan yang cukup menarik bagi saya.” jelasnya.



Di Konser Tahunan ini pula, PSM Unpad membawakan lagu yang dinyanyikan tidak hanya di atas panggung, namun menyebar memenuhi venue dan bernyanyi berdekatan langsung dengan penonton. Hal ini membuat penonton merasakan akustik yang berbeda dari konser-konser sebelumnya. “Konser ini menurut aku adalah konser tahunan tetapi rasa konser pra kompetisi. Enak banget nyanyinya dan feelnya juga sampai ke penonton, jadi yang mendengarkan itu punya impresi luar biasa indah. Bener-bener gak rugi tiap nonton Konser PSM Unpad. Puas banget,” ungkap Philip Cuaca, salah satu penonton Konser Bandung (23/11).
 
(Ningrum Wahyudi)

EVENTS


TESTIMONIALS

umar-hadi.jpeg
Umar Hadi Duta Besar RI untuk Korea Selatan - "Penampilan PSM Unpad tadi sangat menarik. Energi dari penampilan tadi sangat terasa. Dari segi harmonisasi suara yang ditampilkan anggotanya sangat terdengar. Satu hal yang membuat saya semakin salut adalah stamina dari anggota PSM Unpad yang tetap terjaga walaupun mereka menyanyikan banyak lagu. Rupanya hal tersebut telah terasah dari latihan sebelumnya."
aher.jpeg
Ahmad Heryawan Gubernur Jawa Barat - "Penampilan PSM Unpad bagus. Mereka dapat menjiwai tiap lagu yang ditampilkan. tetap kompak dan semangat menjalani latihan untuk terus menjadi teladan bagi paduan suara mahasiswa di Indonesia."
rudiantara.jpeg
Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informatika RI - "Penampilan PSM Unpad tadi sangat berkesan bagi saya. Mereka menampilkan nyanyian disertai dengan gerakan dengan sangat rapih. Tetap semangat untuk berproses bagi PSM Unpad."
imamha.jpeg
Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga - "Penampilan PSM Unpad memang luar biasa. Saya pernah melihat video ketika PSM Unpad berada ke luar negeri, bagi saya sendiri hal itu sangat luar biasa dan jelas membanggakan Indonesia. PSM Unpad memang pantas menjadi juara dalam beberapa kompetisi karena semangatnya, perjuangannya, soliditasnya, dan pengorbanannya. Saya senang sekali dengan penampilan tadi."

konser-tahunan-21-canticum-novum.jpg

TWITTER FEEDS

Jalan Dipati Ukur No 35 Bandung, 40132
Phone: +6285324005478 | E-mail: unpadchoir@yahoo.com