Ulasan Bara Renjana: Ajang Unjuk Gigi Anggota Termuda

Perhelatan konser intern PSM Universitas Padjadjaran ke-12 telah selesai pada Kamis (27/4) lalu. Bertempat di Graha Sanusi Hardjadinata, Kampus Universitas Padjadjaran Dipatiukur, konser yang diselenggarakan oleh dua angkatan termuda PSM Unpad ini kembali menuai antusiasme penonton yang tinggi. Lebih dari 600 orang hadir pada konser intern kali ini yang mengusung tema bertajuk Bara Renjana. Tema ini sendiri memiliki makna keinginan hati yang membara, dan diharapkan mampu menyalurkan rasa semangat dan motivasi kepada penonton.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, konser ini terbagi menjadi 4 sesi; Klasik, Pop-Musical, International Folksong, dan Indonesian Folksong dan dipimpin oleh masing-masing konduktor yang merupakan para Tim Teknis dari PSM Unpad.

Konser dibuka oleh sesi Klasik dengan Karisman Ferdinandus sebagai konduktor. Dengan kostum serba hitam, para penyanyi mengawali sesi ini dengan lagu Ergebung aransemen Hugo Wolf yang suskses membuat penonton terhanyut dalam dinamika lagu Ergebung yang mampu menaik-turunkan suasana hati penonton. Dalam sesi ini secara keseluruhan terdapat lima lagu yang disuguhkan. Salah satu dari kelima lagu terdapat lagu Dirait-on aransmen Morten Johannes Lauridsen yang mampu membuat suasana menjadi syahdu ditambah dengan iringan piano dari Lucia Jesy Dewinda yang merupakan pianis utama  konser tahun ini.



Masih dibalut dengan kostum hitam-hitam, para penyanyi mulai menyanyikan beberapa lagu sesi Pop-Musical yang dipimpin oleh R. Andhikka Abdul Razzaaq. Suasana konser semakin memanas setelah lagu Man In The Mirror yang diaransmen oleh Ed Lojeski dilantunkan. Dengan sedikit koreografi dan kelima penyanyi soli, para penyanyi berhasil menyalurkan pesan lagu ini, yaitu mengajak orang-orang untuk membuat dunia menjadi lebih baik, kepada penonton. Sesi ini ditutup oleh lagu Masquerade aransmen Ed Lojeski yang sangat meriah karena para penyanyi mampu menghidupkan suasana pesta topeng dalam panggung dengan koreografi. Para penyanyi juga memakai aksesoris topeng yang beragam.

Para penonton seakan dibawa mengelilingi dunia melalui sesi International Song yang dibawakan konduktor Azka Nasir Nurgraha. Dengan dibalut kostum berwarna jingga, para penyanyi sukses menyuguhkan keseluruhan empat lagu internasional yang terdapat dalam sesi ini. Para penonton pun terpukau saat lagu terakhir sesi ini dilantunkan, yaitu Medley Africa yang terdiri dari lagu Shosoloza, Amavolovo, dan Amabhayeshikili, dengan koreografi yang energik dan tabuhan konga oleh tim perkusi.



Tibalah sesi Indonesian Folksong dengan konduktor Nindya Dhiyani Pratiwi sebagai sesi terakhir konser ini. Dengan empat buah lagu tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, ditambah kostum baju adat dari berbagai daerah di Indonesia juga, membuat sesi ini terasa sangat kental akan suasana nusantara.

Dalam sesi ini terdapat lagu Warung Pojok, lagu daerah Cirebon, yang diaransemen langsung oleh alumni PSM Unpad, Maisa Nur Kamila yang sekaligus sebagai pengiring kecapi dalam lagu ini. Selain koreografi, lagu ini disertakan juga aksi teatrikal oleh beberapa penyanyi yang sempat membuat penonton tertawa karenanya. Sebagai penutup konser, disuguhkan lagu Zamrud Khatulistiwa yang kembali dikonduktori oleh R. Andhika Abdul Razzaaq sebagai lagu encore. Pesan akan keberagaman Indonesia sangat sukses tersalurkan melalui lagu ini sehingga kemeriahan penonton makin terasa.



Nindya Dhiyani Pratiwi salah satu konduktor konser intern tahun ini tak ketinggalan menyampaikan rasa bahagianya pada malam itu. Menurutnya, energi yang disampaikan oleh tim sangat terasa dan semuanya terlihat sangat menikmati hasil dari latihan selama 4 bulan yang telah dijalani.

“Senang sekali bisa berkesempatan berada dalam satu tim dengan teman-teman semua. Saya menyukai energi tim ini saat berada di atas panggung. Semuanya merasa sebagai satu tim dan bekerja sama untuk menciptakan musik yang indah. Saat konser, terlihat semuanya sudah menikmati hasil kerja keras selama 4 bulan ini. Semuanya menikmati lagunya dan menampilkan yang terbaik.”

Sebelum berpisah, para penyanyi dan para konduktor pun sempat berfoto bersama kerabat dan keluarga yang menghadiri konser malam itu. Tanpa terasa, konser selama dua jam ini berakhir sudah, meninggalkan memori dan kenangan bagi para penonton maupun para penyanyi sendiri melalui proses latihan dan kepanitiaan yang dijalaninya.  (Rakha Alwan)
 
 

EVENTS


TESTIMONIALS

umar-hadi.jpeg
Umar Hadi Duta Besar RI untuk Korea Selatan - "Penampilan PSM Unpad tadi sangat menarik. Energi dari penampilan tadi sangat terasa. Dari segi harmonisasi suara yang ditampilkan anggotanya sangat terdengar. Satu hal yang membuat saya semakin salut adalah stamina dari anggota PSM Unpad yang tetap terjaga walaupun mereka menyanyikan banyak lagu. Rupanya hal tersebut telah terasah dari latihan sebelumnya."
aher.jpeg
Ahmad Heryawan Gubernur Jawa Barat - "Penampilan PSM Unpad bagus. Mereka dapat menjiwai tiap lagu yang ditampilkan. tetap kompak dan semangat menjalani latihan untuk terus menjadi teladan bagi paduan suara mahasiswa di Indonesia."
rudiantara.jpeg
Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informatika RI - "Penampilan PSM Unpad tadi sangat berkesan bagi saya. Mereka menampilkan nyanyian disertai dengan gerakan dengan sangat rapih. Tetap semangat untuk berproses bagi PSM Unpad."
imamha.jpeg
Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga - "Penampilan PSM Unpad memang luar biasa. Saya pernah melihat video ketika PSM Unpad berada ke luar negeri, bagi saya sendiri hal itu sangat luar biasa dan jelas membanggakan Indonesia. PSM Unpad memang pantas menjadi juara dalam beberapa kompetisi karena semangatnya, perjuangannya, soliditasnya, dan pengorbanannya. Saya senang sekali dengan penampilan tadi."

konser-tahunan-21-canticum-novum.jpg

TWITTER FEEDS

Jalan Dipati Ukur No 35 Bandung, 40132
Phone: +6285324005478 | E-mail: unpadchoir@yahoo.com