Konser Tahunan ke-20: Bahagianya Bernostalgia


Paduan Suara Mahasiswa Universitas Padjadjaran (PSM Unpad) telah menyelesaikan rangkaian acara konser tahunan yang ke-20, bertajuk “The Past, The Love, The Memories”. Setelah sebelumnya dihelat di Grha Sanusi Hardjadinta, Dipatiukur, Bandung, Selasa (15/11), Auditorium Graha Swara Universitas Tarumanagara menjadi tempat digelarnya konser tahunan ke-20 di Jakarta, Minggu (20/11).
Sesi pertama yang membawakan sembilan lagu, dibuka dengan Die Warnung aransemen Franz Joseph Haydn, yang memperingatkan kita untuk berhati-hati terhadap kelicikan dan tipu daya kalajengking. Selain Confitebor, salah satu mahakarya Mozart, Kalinka aransemen Nakajima Ryoushi yang berangkat dari budaya tradisonal Rusia, juga menjadi lagu yang diapresiasi lebih oleh penonton malam itu. Alumni PSM Unpad yang sudah dikenal karena kualitas suaranya Nugraha Tri dan Miryam Wedyaswari bernyanyi solo malam itu diiringi permainan piano mengesankan dari Hansen Wiguna. Perubahan tempo dan dinamika lagu Kalinka yang signifikan mampu menaik-turunkan suasana hati penonton. Sesi ini ditutup dengan lagu Stars aransemen Erik Esenvalds yang diwarnai suara resonansi gelas yang diimajinasikan suasana langit penuh bintang di malam yang syahdu.


11 lagu yang dibawakan di sesi kedua diawali dengan Se Equivoco la Paloma aransemen Carlos Guastavino. Penampilan ketiga pada sesi ini menampilkan Male Choir yang membawakan Sawah aransemen Arvin Zeinullah dan Female Choir dengan lagu Fireworks aransemen Nancy Telfer di urutan kelima. Penonton dibuat tergelak ketika menyaksikan Tema Blues aransemen Damiano D’ Ambrosio yang menceritakan hilangnya seekor sapi yang suka bepergian. Selanjutnya, penampilan lagu tema Mission Impossible aransemen Roger Emerson yang disertai drama dan iringan perkusi begitu menghanyutkan penonton dalam suasana tegang berbalut komedi. Trashin The Camp aransemen Moses Hogan yang lekat dengan film Tarzan, menjadi lagu terakhir di sesi ini, penutup konser yang berhasil mendapatkan standing ovation dari seluruh penonton di kedua kota (Bandung dan Jakarta). Lagu Renungan yang pernah mengantarkan PSM Unpad menjuarai Lomba Paduan Suara Mahasiswa tingkat Nasional tahun 2009, menjadi lagu ke-22 yang benar-benar menutup penampilan konser tahunan PSM Unpad ke-20 dan menjadi akhir nostalgia malam itu.
 
PSM Unpad: Alumni dan Generasi Kini
Konser kali ini terasa begitu spesial karena merupakan perayaan yang ke-20 kali bagi PSM Unpad, hal ini bisa dilihat salah satunya dari pemilihan lagu-lagu yang dibawakan. Arvin Zeinullah pelatih utama PSM Unpad dan juga konduktor konser ini mengungkapkan bahwa lagu yang ada memang hasil pilihan dari tiap konser tahunan edisi terdahulu. Selain itu, konser tahun 2016 juga menjadi begitu istimewa karena banyaknya alumni lintas generasi yang tergabung ke dalam tim penyanyi konser tahunan baik untuk di Bandung maupun Jakarta.


Terkhusus konser di Bandung, sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri bahwa angkatan 1978, generasi pertama PSM Unpad, memberikan sebuah penampilan kejutan sebagai wujud rasa rindu mereka kembali bernyanyi bersama di panggung. Kehadiran angkatan pertama ini sekaligus sebagai ajang silaturahmi dengan PSM Unpad generasi kini. Penampilan malam itu (15/11) sangat berkesan dan emosional bagi semua orang yang terlibat mensukseksan konser tahunan ke-20, tak terkecuali para penonton.“Keren banget penampilan mereka (angkatan 1978)! Biarpun sudah berumur suaranya masih bagus, gak nyangka,” ujar salah satu calon anggota baru PSM Unpad yang mengaku malu menyebutkan namanya.

Para alumni yang hadir pun tak ketinggalan memberikan tanggapan mereka tentang konser tahunan ke-20 ini, diantaranya Roy R. Rondonuwu yang kini telah menjadi dosen di Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad. Roy mengaku senang karena sajian musik malam itu spektakuler, terlebih ia bisa bereuni dengan teman seperjuangannya.

Iwan Abdurrahman pencipta Himne Unpad tak ketinggalan menyampaikan perasaannya di hadapan semua yang hadir pada malam itu (15/11). Menurutnya sangatlah hebat anggota PSM Unpad saat ini yang memiliki kesibukan tinggi sebagai mahasiswa, tapi masih mampu memberikan penampilan yang sangat berkualitas.

“Seperti judul konsernya, The Past, The Love, The Memories, apa yang telah kita saksikan malam ini, kita alami, sudah sepatutnya menjadi sebuah momen yang akan kita ingat seterusnya. Bukan hanya sekadar konser, tapi keajaiban dari segala proses yang telah mereka alami,” imbuh Ketua PSM Unpad angkatan pertama ini. (Y. I. Wicastya)
 

EVENTS


TESTIMONIALS

arina-mocca.jpg
Arina "Mocca" Musisi Indonesia, Vokalis Band Mocca - "Saya adalah salah satu penggemar paduan suara dari kecil karena memang waktu kecilnya mulai nyanyi dari paduan suara. PSM Unpad ini sepertinya salah satu kebanggaan juga. Saya sangat suka dengan harmonisasinya, suaranya terdengar sangat merdu, aransemen lagu-lagunya juga oke, pokoknya saya sangat salut sekali atas kekompakannya, maju terus PSM Unpad!"
prof-tri.jpg
Prof. Dr. Med. Tri Hanggono Achmad, dr. Rektor Universitas Padjadjaran ke-11 - "PSM Unpad selama ini sudah menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa yang bereputasi mempunyai karakter yang kuat, memberikan kontribusi untuk nama baik Universitas Padjadjaran. Semoga PSM Unpad dapat terus meningkatkan prestasinya, dan lebih inklusif."
simon-hasley.jpg
Simon Hasley Principal Conductor of Rundfunkchor Berlin - "Well, when I first met this choir last night, I loved the energy and the sparkly eyes. It was such a friendly room. So this is like being very good professional musician. And professional musician always have remembered to love the music, and students (Unpad Choir) can aspire to the best professional standard."
Testimonial - Agus Martowardojo
Agus Martowardojo Gubernur Bank Indonesia ke-16 - "Saya sudah kenal PSM Unpad sejak 20 tahun lalu dan sama baiknya dengan yang sekarang."

434217.jpg

TWITTER FEEDS

Jalan Dipati Ukur No 35 Bandung, 40132
Phone: +6285324005478 | E-mail: unpadchoir@yahoo.com