PSM Unpad Pukau Penonton Dalam A Night Of Nightingales

PSM Unpad Pukau Penonton Dalam A Night Of Nightingales
 
Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Padjadjaran kembali menyelenggarakan konser intern ke-11 yang bertajuk “A Night Of Nightingales” bertempat di Graha Sanusi Hardjadinata pada Rabu (4/5).

Sebanyak 116 penyanyi yang termasuk dalam dua angkatan termuda PSM Unpad mengikuti konser ini. Konser ini dibagi dalam empat sesi dan masing-masing sesi dipimpin oleh seorang conductor yang telah memiliki jam terbang yang bagus dalam dunia paduan suara.

Pintu Graha Sanusi Hardjadinata mulai dibuka sejak pukul 18.30 WIB. Terlihat antusiasme dari penonton yang telah menunggu di depan gedung sejak sore hari. Konser dimulai pada pukul 19.15 WIB dan diawali dengan sambutan dan pembacaan peraturan selama konser berlangsung yang diberikan oleh dua pembawa acara.

Sesi Pertama dibuka oleh sesi classic yang dipimpin oleh R. Andhika Abdul Razzaaq. Sesi ini tetap memegang ciri khasnya yaitu penggunaan bahasa latin dan tempo yang dinamis. Dalam lagu Deo Gratias karya Johannes Ockeghem, para penyanyi bernyanyi sembari mengelilingi para penonton yang memadati Graha Sanusi Hardjadinata. Penampilan tersebut cukup membuat penonton kagum pada pembagian suara yang rapih. Puncaknya saat lagu Glow karya Eric Whitacre dan Libiamo ne lieti calici karya Verdi dinyanyikan, kesan megah langsung disematkan dengan adanya iringan orkestra dalam dua lagu tersebut.

Setelah sesi pertama berakhir, para penonton dihibur oleh penampilan sesi international folksong dengan conductor Gita Gempita. Dalam konser kali ini, lagu daerah yang dinyanyikan berasal dari Spanyol, Jepang dan Filipina. Para penonton sempat diajak untuk merenungi makna cinta dan keindahan alam Negeri Sakura lewat lagu A Tu Lado karya Javier Busto dan Kosumosu karya Tomohiro Hoshino. Setelah dua lagu tersebut, penonton dihibur oleh lagu Chua Ay karya Fabian Obispo yang bertempo cepat.

Sesi ketiga, aliran popular merupakan “sesi senang-senang.” Dipimpin oleh Zsaskia Shabrina, para penyanyi mengenakan kaos hitam yang dipadukan dengan celana bahan dan jas berwarna putih menambah kesan kekinian. Lagu Untukku karya satu legenda musik Indonesia, Chrisye menjadi pembuka sesi ini. Para penonton seakan-akan diajak untuk menghayati perbedaan emosi dari tiap lagu yang ditampilkan. Di akhir sesi, para penonton dihibur dengan Medley Top Song 2015 yang berisi beberapa lagu yang tengah populer saat ini yaitu See You Again, One Last Time, What Do You Mean dan Shut Up And Dance With Me.

Konser ini ditutup dengan sesi Indonesian Folksong yang dipimpin oleh Rinela Aggrippina. Terdapat satu ciri khas dari sesi ini, seluruh penyanyi dan conductor mengenakan pakaian adat Indonesia. Para penonton dihibur oleh lagu-lagu tradisional Indonesia yaitu Hela Rotan, Kalwedo Basodara dan O Tano Batak. Dalam lagu Beca, terdapat drama yang menjelaskan makna lagu tersebut yaitu seorang turis yang tengah berjalan-jalan menggunakan becak. Seketika, drama tersebut sukses mengundang gelak tawa penonton konser. Sesi ini juga diiringi tabuhan perkusi dari Grup Mahesvara.

Ahmad Aldi Purnama, Ketua Pelaksana konser intern “A Night Of Nightingales” menjelaskan tujuan dari konser tersebut, yang diselenggarakan untuk mengasah kemampuan anggota baru PSM Unpad dalam hal teknis bernyanyi dan berorganisasi.

Ia juga menjelaskan beberapa kesan yang didapat selama proses berjalannya latihan sampai dengan hari konser. “Perjuangan yang telah dijalani seluruh penyanyi selama empat bulan tidak sia-sia. Usaha yang dikeluarkan telah terbayar tuntas saat konser berlangsung. Kita dapat mengetahui sikap masing-masing pribadi selama latihan berlangsung dan berlatih manajemen waktu dan lelah demi hasil yang lebih baik,” tambahnya. (Prima)
 

Penampilan terakhir dari sesi Indonesian Folksong

EVENTS


TESTIMONIALS

arina-mocca.jpg
Arina "Mocca" Musisi Indonesia, Vokalis Band Mocca - "Saya adalah salah satu penggemar paduan suara dari kecil karena memang waktu kecilnya mulai nyanyi dari paduan suara. PSM Unpad ini sepertinya salah satu kebanggaan juga. Saya sangat suka dengan harmonisasinya, suaranya terdengar sangat merdu, aransemen lagu-lagunya juga oke, pokoknya saya sangat salut sekali atas kekompakannya, maju terus PSM Unpad!"
prof-tri.jpg
Prof. Dr. Med. Tri Hanggono Achmad, dr. Rektor Universitas Padjadjaran ke-11 - "PSM Unpad selama ini sudah menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa yang bereputasi mempunyai karakter yang kuat, memberikan kontribusi untuk nama baik Universitas Padjadjaran. Semoga PSM Unpad dapat terus meningkatkan prestasinya, dan lebih inklusif."
simon-hasley.jpg
Simon Hasley Principal Conductor of Rundfunkchor Berlin - "Well, when I first met this choir last night, I loved the energy and the sparkly eyes. It was such a friendly room. So this is like being very good professional musician. And professional musician always have remembered to love the music, and students (Unpad Choir) can aspire to the best professional standard."
Testimonial - Agus Martowardojo
Agus Martowardojo Gubernur Bank Indonesia ke-16 - "Saya sudah kenal PSM Unpad sejak 20 tahun lalu dan sama baiknya dengan yang sekarang."

poster-tahunan-20.jpg

TWITTER FEEDS

Jalan Dipati Ukur No 35 Bandung, 40132
Phone: +6285324005478 | E-mail: unpadchoir@yahoo.com