Bahana Angklung & Vokal di Aula Simfonia

Dewasa ini, tak mudah bagi kalangan muda untuk lebih mengenal bahkan melestarikan beberapa jenis alat musik tradisional, salah satunya Angklung. Sebagai salah satu alat musik tradisional Jawa Barat yang saat ini mulai jarang dimainkan oleh khalayak luas, perlahan tapi pasti, Angklung kembali menunjukkan eksistensinya. Salah satunya, dengan konser orkestra bertajuk “Tabula Rasa Angklung XII – Indulge Your Senses” yang diselenggarakan oleh Keluarga Paduan Angklung SMA Negeri 3 (KPA 3) Bandung di Aula Simfonia, Jakarta pada Sabtu (28/3) malam.
Berbeda dari konser di tahun sebelumnya, konser ini didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Selain itu, jika konser sebelumnya mayoritas diisi dengan beberapa lagu beraliran pop, kali ini KPA 3 lebih mengandalkan pada proses aransemen sejumlah lagu klasik .
Dalam konser ini, Paduan Suara Mahasiswa Universitas Padjadjaran (PSM Unpad) tampil sebagai bintang tamu bersama Christopher Abimanyu, Regina Handoko, dan Rama Widi. Penampilan PSM Unpad diawali pada saat sesi kedua dengan membawakan lagu Nessun Dorma, dilanjutkan Anvil Chorus dengan tempo cepat, kemudian ditutup Libiamo ne’ Lieti Calci from La Traviata karya Verdi dengan arahan Mirna Nur Fitriani selaku konduktor. Lagu-lagu yang dibawakan oleh organisasi kemahasiswaan di bidang paduan suara ini merupakan lagu beraliran klasik yang biasanya ditampilkan dalam beberapa pertunjukkan opera.
Di satu sisi, Angklung tetap menjadi instrumen utama dari tiap lagu yang dibawakan oleh PSM Unpad. Akan tetapi, ada beberapa instrumen pendukung lainnya, seperti contra bass, dan juga harpa yang menjadikan suasana semakin meriah, namun tetap memegang unsur elegan. DItambah lagi dengan dukungan iringan akustik, membuat alunan suara yang dihasilkan menjadi suatu karya yang merdu membahana.
Nial Zada Adrianto, salah satu alumni KPA SMA Negeri 3 Bandung yang tergabung dalam panitia konser menyatakan, konser tersebut bertujuan untuk memperkenalkan dan memasyarakatkan seni tradisi Angklung bagi masyarakat luas, serta dapat memperkuat, menjaga, dan melestarikan tradisi Angklung. Ia juga menjelaskan perihal kolaborasi antara KPA 3 dengan PSM Unpad.
“Kami ingin menunjukkan, Angklung dapat dikemas dalam bentuk yang lebih modern, serta dapat menjadi alat musik yang dapat dikolaborasikan dengan berbagai hal, bahkan dengan paduan suara sekalipun,” ujar Nial.

oleh Primagung Dary R

EVENTS


TESTIMONIALS

umar-hadi.jpeg
Umar Hadi Duta Besar RI untuk Korea Selatan - "Penampilan PSM Unpad tadi sangat menarik. Energi dari penampilan tadi sangat terasa. Dari segi harmonisasi suara yang ditampilkan anggotanya sangat terdengar. Satu hal yang membuat saya semakin salut adalah stamina dari anggota PSM Unpad yang tetap terjaga walaupun mereka menyanyikan banyak lagu. Rupanya hal tersebut telah terasah dari latihan sebelumnya."
aher.jpeg
Ahmad Heryawan Gubernur Jawa Barat - "Penampilan PSM Unpad bagus. Mereka dapat menjiwai tiap lagu yang ditampilkan. tetap kompak dan semangat menjalani latihan untuk terus menjadi teladan bagi paduan suara mahasiswa di Indonesia."
rudiantara.jpeg
Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informatika RI - "Penampilan PSM Unpad tadi sangat berkesan bagi saya. Mereka menampilkan nyanyian disertai dengan gerakan dengan sangat rapih. Tetap semangat untuk berproses bagi PSM Unpad."
imamha.jpeg
Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga - "Penampilan PSM Unpad memang luar biasa. Saya pernah melihat video ketika PSM Unpad berada ke luar negeri, bagi saya sendiri hal itu sangat luar biasa dan jelas membanggakan Indonesia. PSM Unpad memang pantas menjadi juara dalam beberapa kompetisi karena semangatnya, perjuangannya, soliditasnya, dan pengorbanannya. Saya senang sekali dengan penampilan tadi."



TWITTER FEEDS

Jalan Dipati Ukur No 35 Bandung, 40132
Phone: +6285324005478 | E-mail: unpadchoir@yahoo.com